— Owner Sonia Wedding Studio
Checklist pernikahan Sunda adalah senjata paling aman untuk menjaga acara tetap sakral, rapi, dan tenang.
Banyak pasangan merasa panik bukan karena acaranya terlalu besar, tetapi karena urusan kecil tidak dicatat sejak awal.
Tah, lewat panduan ini Anda akan tahu apa yang dikerjakan di H-90, H-60, H-30, H-14, H-7, sampai hari-H.
Disusun praktis, tetap berakar budaya Sunda, dan cocok untuk konsep modern maupun tradisional.

Kenapa Checklist Pernikahan Sunda Wajib Punya?
Pernikahan Sunda punya kekuatan pada makna: restu keluarga, simbol tanggung jawab, dan keharmonisan rumah tangga.
Namun di lapangan, acara bisa terasa kacau jika koordinasi teknis tidak tertata.
Nya, di sinilah checklist bekerja sebagai “peta jalan” agar semua pihak memahami urutan, peran, dan prioritas.
Checklist bukan berarti acara jadi kaku. Justru sebaliknya:
- Pengantin bisa lebih fokus menikmati momen sakral.
- Keluarga inti tidak saling menunggu arahan.
- Vendor bekerja dalam ritme yang sama.
- Keputusan budget lebih rasional, tidak impulsif.
- Risiko panik menjelang hari-H turun drastis.
Jika Anda mengincar acara yang elegan dan tetap hangat, checklist adalah fondasi paling penting sebelum bicara dekorasi, busana, atau konten sosial media.
5 Prinsip Utama Persiapan Anti Panik
1) Satu dokumen, satu versi kebenaran
Semua data utama harus ada di satu file master: tanggal, daftar vendor, PIC keluarga, rundown, dan budget.
Hindari banyak versi file yang bikin miskom.
2) Tentukan 3 prioritas inti acara
Misalnya: sakralnya akad, kenyamanan tamu, dan alur acara rapi.
Saat muncul pilihan tambahan, ukur dulu: mendukung tiga prioritas ini atau tidak.
3) Pisahkan “wajib” dan “ingin”
Atuh, ini penting untuk jaga biaya tetap sehat.
“Wajib” dikerjakan dulu, “ingin” masuk jika anggaran dan waktu masih aman.
4) Kunci keputusan besar lebih awal
Venue, WO, dokumentasi, MUA, dan konsumsi adalah pilar utama.
Menunda pilar ini biasanya membuat pilihan menyempit dan harga kurang bersahabat.
5) Selalu siapkan plan B
Untuk acara Sunda yang memiliki prosesi berurutan, gangguan kecil bisa berdampak ke sesi berikutnya.
Plan B wajib ada untuk cuaca, listrik, keterlambatan vendor, dan flow tamu.
Timeline Checklist Pernikahan Sunda: H-90 sampai Hari-H
H-90 sampai H-75 (fase fondasi)
- ☐ Tetapkan tanggal utama + 1–2 tanggal cadangan.
- ☐ Tentukan skala tamu hadir (bukan sekadar undangan).
- ☐ Pilih format acara: akad saja / akad + resepsi / akad + adat + resepsi.
- ☐ Susun budget range awal per pos.
- ☐ Booking WO/EO inti.
- ☐ Survey venue dan kunci tanggal.
- ☐ Buat grup koordinasi keluarga inti (pihak wanita & pria).
Fokus fase ini: keputusan pilar. Jangan terlalu lama di dekor detail dulu.
H-74 sampai H-60 (fase struktur)
- ☐ Tentukan vendor dokumentasi foto-video.
- ☐ Tentukan MUA + busana adat Sunda (trial jadwal awal).
- ☐ Tentukan konsumsi utama (paket buffet/stall).
- ☐ Susun konsep prosesi adat yang dipilih keluarga.
- ☐ Rancang draft rundown awal.
- ☐ Mulai draft undangan digital.
Mangga, mulai masuk detail, tapi tetap jaga agar keputusan tidak bercabang terlalu banyak.
H-59 sampai H-45 (fase sinkronisasi)
- ☐ Finalisasi daftar prosesi adat Sunda (wajib/opsional).
- ☐ Finalisasi konsep dekor + warna utama.
- ☐ Tentukan MC dan musik.
- ☐ Tentukan kebutuhan cetak: signage, buku tamu, kartu meja.
- ☐ Mulai susun daftar tamu prioritas A/B/C.
- ☐ Review budget: cek pos yang melebihi batas.
H-44 sampai H-30 (fase penguncian keputusan)
- ☐ Kunci semua vendor utama (kontrak + DP + jadwal).
- ☐ Finalisasi rundown versi 70%.
- ☐ Lakukan trial MUA + hairdo + aksesori.
- ☐ Cek ulang ukuran busana.
- ☐ Tentukan daftar seserahan dan teknis penataan.
- ☐ Pastikan alur tamu: parkir, pintu masuk, alur konsumsi, mushola, toilet.
H-29 sampai H-14 (fase teknis lapangan)
- ☐ Kirim undangan final + mulai tracking RSVP.
- ☐ Finalisasi kebutuhan kursi/meja berdasar RSVP.
- ☐ Technical meeting dengan vendor inti.
- ☐ Susun call sheet hari-H (kontak semua PIC).
- ☐ Susun plan B cuaca (jika outdoor).
- ☐ Finalisasi urutan prosesi adat + cue masing-masing pihak.
Sakedik catatan: perubahan besar setelah titik ini biasanya menambah biaya dan beban mental.
H-13 sampai H-7 (fase final detail)
- ☐ Freeze perubahan besar (dekor, rundown, vendor).
- ☐ Konfirmasi jam kedatangan seluruh vendor.
- ☐ Konfirmasi busana final + fitting terakhir.
- ☐ Cek kelengkapan administrasi nikah.
- ☐ Brief keluarga inti: siapa melakukan apa, kapan, di mana.
- ☐ Siapkan emergency kit pengantin.
H-6 sampai H-1 (fase eksekusi tenang)
- ☐ Rehearsal ringan prosesi inti (akad + adat pilihan).
- ☐ Print dokumen penting & simpan cadangan digital.
- ☐ Susun barang per sesi (akad, resepsi, seserahan).
- ☐ Atur pola tidur pengantin & kurangi agenda non-esensial.
- ☐ Final check pembayaran vendor sesuai kesepakatan.
Fokus fase ini hanya satu: jaga energi dan ketenangan.
Checklist Dokumen Nikah (Jangan Sampai Terlambat)

Persyaratan administrasi dapat berbeda sesuai domisili dan kebijakan instansi setempat.
Karena itu, cek sejak awal ke KUA/dukcapil wilayah Anda.
- ☐ KTP & KK terbaru kedua mempelai
- ☐ Dokumen pendukung sesuai kebutuhan wilayah
- ☐ Surat rekomendasi/administrasi yang diminta pihak berwenang
- ☐ Data wali, saksi, dan detail akad
- ☐ Fotokopi berkas cadangan (fisik + digital)
Referensi umum administrasi nikah bisa ditinjau melalui layanan resmi:
SIMKAH Kemenag.
Checklist Vendor Prioritas (Urutan Booking yang Aman)
Tier 1 (booking paling awal)
- ☐ Venue
- ☐ WO/EO
- ☐ Dokumentasi foto-video
- ☐ MUA utama
- ☐ Catering utama
Tier 2
- ☐ Dekorasi
- ☐ MC
- ☐ Musik/entertainment
- ☐ Busana/attire pendukung
- ☐ Percetakan/signage/souvenir
Tier 3
- ☐ Photobooth atau activation ringan
- ☐ Konten kreator tambahan
- ☐ Vendor detail dekor minor
Saat memilih vendor, selalu minta daftar include/exclude tertulis.
Ini langkah sederhana yang menyelamatkan banyak biaya tak terduga.
Checklist Prosesi Adat Sunda (Pilih Sesuai Keluarga)
Tidak semua keluarga menjalankan rangkaian yang sama. Pilih prosesi yang paling relevan dan disepakati bersama.
Pra-acara
- ☐ Lamaran/penegasan niat keluarga
- ☐ Ngeuyeuk seureuh (jika dipilih)
- ☐ Persiapan seserahan + penanggung jawab
Hari-H (setelah akad, sesuai kesepakatan)
- ☐ Sawer
- ☐ Nincak endog
- ☐ Meuleum harupat
- ☐ Huap lingkung / pabetot bakakak
- ☐ Sungkeman
Checklist teknis prosesi adat
- ☐ Siapa pemimpin prosesi (sesepuh/MC adat)
- ☐ Durasi tiap prosesi
- ☐ Properti yang dibutuhkan
- ☐ Posisi panggung & pergerakan keluarga
- ☐ Cue musik/transisi
- ☐ Dokumentasi momen wajib
Nya, dengan format ini, adat tetap bermakna tanpa membuat acara terasa terlalu panjang.

Checklist Kontrol Budget (Anti Boncos)
Batas anggaran per pos
- ☐ Konsumsi
- ☐ Venue + dekor
- ☐ Dokumentasi
- ☐ MUA + busana
- ☐ WO/EO
- ☐ Pos lain (MC, musik, souvenir, transport)
- ☐ Cadangan 10–15%
Aturan kontrol sederhana
- ☐ Setiap upgrade harus diimbangi pengurangan pos lain.
- ☐ Semua keputusan biaya ditulis (tanggal, nominal, alasan).
- ☐ Review mingguan 15 menit bersama pasangan.
- ☐ Hindari perubahan besar setelah H-14.
Gunakan juga halaman internal:
Kalkulator Budget untuk simulasi awal,
lalu cocokkan ke Paket & Budget.
Checklist Hari-H Jam per Jam (Template Ringkas)
Contoh alur, silakan sesuaikan dengan venue dan budaya keluarga:
- ☐ 06.00–08.00: Persiapan pengantin (MUA, busana, foto detail)
- ☐ 08.00–09.00: Final check akad + penerimaan keluarga
- ☐ 09.00–10.00: Akad nikah
- ☐ 10.00–11.00: Prosesi adat inti
- ☐ 11.00–12.00: Foto keluarga inti & dokumentasi wajib
- ☐ 12.00–14.00: Sesi resepsi gelombang 1
- ☐ 14.00–16.00: Sesi resepsi gelombang 2
- ☐ 16.00–17.00: Closing, ucapan keluarga, evaluasi cepat tim
Atuh, jangan lupa sisipkan buffer transisi 10–15 menit antar sesi agar acara tetap manusiawi.
Emergency Kit Pengantin (Sering Diremehkan, Padahal Penting)
- ☐ Obat pribadi dasar
- ☐ Plester, tisu basah/kering, hand sanitizer
- ☐ Jarum, benang, peniti, double tape fashion
- ☐ Makeup touch-up dan hair spray mini
- ☐ Sandal nyaman cadangan
- ☐ Snack ringan & air minum
- ☐ Power bank + charger
- ☐ Salinan dokumen penting (fisik & digital)
Checklist kecil ini sering jadi penyelamat momen ketika ritme acara sedang padat.
FAQ Checklist Pernikahan Sunda
1) Kapan ideal mulai menyusun checklist pernikahan Sunda?
Idealnya 3–6 bulan sebelum hari-H. Untuk tanggal favorit, lebih awal lebih aman.
2) Apakah semua prosesi adat Sunda wajib dilakukan?
Tidak selalu. Pilih yang paling relevan dan disepakati keluarga inti.
3) Apa penyebab panik terbesar menjelang hari-H?
Biasanya karena keputusan besar terlambat dikunci dan tidak ada file master koordinasi.
4) Berapa kali technical meeting yang ideal?
Minimal 1 kali gabungan vendor inti, plus briefing keluarga 1 kali sebelum hari-H.
5) Bagaimana cara menjaga acara tetap elegan tapi hemat?
Tentukan prioritas utama, fokus dekor di area kunci, dan kontrol upgrade agar tidak liar.
6) Apakah undangan digital cukup untuk acara adat?
Cukup, asalkan daftar tamu terkelola rapi dan keluarga inti tetap mendapat komunikasi personal.
7) Bagaimana kalau venue outdoor tiba-tiba hujan?
Wajib ada plan B sejak H-30: tenda cadangan, alur pindah area, dan skenario sound system.
8) Kapan harus final jumlah tamu?
Ideal H-14 agar vendor konsumsi dan layout venue bisa dikunci.
9) Bagaimana pembagian peran keluarga agar tidak tumpang tindih?
Tunjuk PIC dari kedua pihak, lalu semua instruksi lapangan lewat PIC tersebut.
10) Setelah checklist jadi, langkah berikutnya apa?
Lakukan review mingguan singkat dan gunakan checklist sebagai dokumen kerja semua pihak.
Penutup
Checklist pernikahan Sunda bukan sekadar daftar tugas; ia adalah cara menjaga makna acara agar tetap utuh.
Ketika urusan teknis rapi, ruang emosional untuk keluarga dan pengantin jadi jauh lebih luas.
Hatur nuhun sudah membaca sampai akhir.
Jika Anda ingin versi checklist yang lebih personal sesuai tanggal, jumlah tamu, dan konsep acara,
tim kami siap bantu dari perencanaan sampai eksekusi:
Kontak & Lokasi.
- Email: hello@soniaweddingstudio.com
- WhatsApp: +62 813-8969-8133
- Instagram: @soniawedding_